Hujjatul Islam Naqdi:

Publikasi Terjemahan Al-Quran dalam Empat Bahasa Hingga Akhir Tahun/ Perhatian terhadap Pendekatan Kesatuan dalam Terjemahan

Tanggal Posting:13/05/1394
RAN (IQNA) - Direktur lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu mengungkapkan, sampai akhir tahun ini kami akan mengetengahkan empat terjemahan Al-Quran dalam bahasa Balti, Rusia, Pashto dan Gorji.
Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Naqdi, Direktur Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu saat wawancara dengan IQNA, dengan menjelaskan bahwa dipenghujung tahun ini akan mengetengahkan empat terjemahan Al-Quran dalam bahasa Balti, Rusia, Pashto dan Gorgi, sehingga kaum muslimin yang berbicara dengan bahasa ini dapat lebih memahami kitab samawi ini, mengintroduksikan, pelaksanaan terjemahan ini memakan waktu lima tahun dan setelah rampung juga direvisi dan editing oleh para ahli.
“Terjemahan-terjemahan ini sudah siap dan sampai akhir tahun akan diketengahkan kepada para peminat,” tambah Hujjatul Islam Naqdi.
Direktur Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu menegaskan, salah satu keunggulan utama terjemahan ini atas selainnya adalah yang sebelumnya juga diketengahkan dalam bahasa Balti, Rusia, Pashto dan Gorji adalah perhatian khusus terhadap kebudayaan Ahlulbait (As), yang memiliki opini kesatuan dan motivasi menciptakan empati di kalangan kaum muslimin.
“Dalam terjemahan ini diupayakan tidak ada fanatisme dan perang kelompok dan jauh dari segala kerusakan dan pembagian,” tambahnya.
Hujjatul Islam Naqdi menegaskan, dalam terjemahan Al-Quran seorang penerjemah harus menguasai penuh bahasa permulaan (Arab) dan bahasa tujuan, dan menggunakan terjemahan dalam bahasa lain dalam proses ini sangat tidak benar. Selain itu, setelah penelitian dan kajian, sang penerjemah dapat menggunakan semua terjemahan-terjemahan Persia, dengan tanpa menjadikannya sebagai dasar dan landasan.
Demikian juga, Direktur Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu mengisyaratkan minimnya kredibilitas untuk mengembangkan pekerjaan terjemahan dan menambahkan, ironisnya pada tahun-tahun terakhir kita menghadapi kendala terbatasnya anggaran markas kebudayaan, dimana hal ini menyebabkan kerugian serius untuk perkembangan aktivitas kebudayaan pelbagai lembaga. Saya mengharap dapat mengetengahkan banyak karya dengan menarik fasilitas dan anggaran kebudayaan.
 
Penyerahan Masalah Distribusi Terjemahan kepada Percetakan Negara-negara Terkait
Demikian juga, Hujjatul Islam Naqdi mengatakan, Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu setelah melaksanakan terjemahan Al-Quran dalam setiap bahasa berupaya menemukan penerbit terkait di negara tersebut dan menyerahkan publikasi dan distribusi terjemahan kepadanya.
Direktur Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu menambahkan, distribusi buku dan Al-Quran di negara-negara lainnya juga menghadapi masalah, seperti transportasi, post dan proses yang tepat untuk menemukan audien peminat.
Demikian juga, dia mengatakan, Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu memiliki kerjasama baik dengan Konsultan Kebudayaan dan duta negara Iran. Markas ini dengan melakukan surat menyurat dengan Konsultan Kebudayaan dan Duta Iran di negara-negara lain juga mengetengahkan majalah-majalah spesialis Tarjuman Wahyu yang terkait dengan pembahasan-pembahasan teori terjemahan Al-Quran kepada mereka dan juga dalam proses kerjasama dengan para duta dalam proses publikasi baru negara-negara lain dalam ranah terjemahan Al-Quran dan menggunakannya untuk mengetengahkan terjemahan yang lebih baik.
Hujjatul Islam Naqdi menambahkan, sampai saat ini Lembaga Kebudayaan Tarjuman Wahyu telah mencetak dan memublikasikan terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris, Perancis, Turki Azari, Turki Istanbul, Cina, Jepang, Spanyol dan Urdu.