Konsultan Kebudayaan Iran Memuji Para Pelopor Al-Quran Indonesia

Tanggal Posting:16/06/1394
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari situs Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam, dalam acara ini, yang diselenggarakan dengan kerjasama aliansi para hafiz dan qori negara ini, mendapat penghargaan dari para pelopor Al-Quran Indonesia.
Waliyullah Muhammadi Nashr Abadi, duta dan Hujjatullah Ibrahimiyan, Konsultan Kebudayaan Iran di Indonesia, Abd al-Rasul Abai, juri internasional Al-Quran Iran, Prof. Dr. Sayid Agil Munawwar, ketua dan Dr. H. Yusnar Yusuf MS, ketua Aliansi hafiz dan qori Indonesia, para tokoh-tokoh Al-Quran dan ulama Indonesia, para juri dan qori dari 21 partisipan dalam musabaqoh internasional Al-Quran Indonesia, tiga orang tokoh Al-Quran Indonesia yang berkhidmat di jalan Al-Quran kepada masyarakat Indonesia diberi hadiah sebagai ungkapan rasa terima kasih dan mendapatkan piagam penghargan dalam acara ini.
Di permulaan acara ini, Prof. Dr. Sayid Agil Munawar memperkenalkan Kyai H. Nawawi Dencik dari Sumatera Selatan, Kyai H. Muhammad Basori Alwi Murtadlo dari Jawa Timur dan Wahidin Puarada dari Papua Barat sebagai tiga pelopor terbaik serta menjabarkan aktivitas dan karya-karya mereka.
Kemudian, Hujjatullah Ibrahimiyan, Konsultan Kebudayaan Negara Iran di Indonesia dalam pidatonya menjelaskan strategi memperluas aktivitas-aktivitas Al-Quran antara Iran dengan aliansi hafiz dan qori Indonesia.
“Menurut undang-undang dasar, pemerintahan Republik Islam Iran dibangun berlandaskan ajaran-ajaran Al-Quran. Oleh karenanya, perkembangan signifikan Al-Quran di Republik Islam Iran sangatlah kentara dan sebagai contoh hanya dalam ranah tafsir Al-Quran saja telah ditulis lebih dari 200 tafsir dalam sepanjang masa setelah Revolusi Islam. Dalam ranah hafalan Al-Quran juga dengan isyarat Pemimpin Besar Revolusi Islam (Rahbar), Ayatullah Sayid Ali Khamenei, kami siap menyediakan 10 juta hafiz Al-Quran,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ibrahimiyan mengucapkan terima kasih atas kerjasama antara Konsultan Kebudayaan Iran dan himpunan qori dan hafiz Indonesia pada bulan suci Ramadhan dan menyebut topic-topik aktivitas yang telah disepakati antara Iran dengan aliansi hafiz dan qori Indonesia.
Di antara aktivitas-aktivitas yang disebutkan oleh Ibrahimiyan adalah penyelenggaraan workshop spesialis para pejabat Al-Quran dengan dihadiri dan diajarkan oleh ustad asal Iran di Jakarta dan sebagian markas-markas propinsi, dengan partisipasi para guru Al-Quran Indonesia, penyelenggaraan seminar Peradaban Baru Al-Quran dan Islam Rahmatan lil Alamin, pada tahun 2016 di Indonesia, pengenalan tafsir baru yang ditulis dari Iran dan Indonesia kepada para jenius dua negara, kehadiran orang-orang pilihan Indonesia ke Iran guna melakukan workshop spesialis singkat tentang hafalan, tilawah dan lantunan Al-Quran, penghargaan kepada para pelopor Al-Quran di pelbagai propinsi Indonesia, kehadiran para qori, hafiz dan kelompok tawasih dari Iran pada hari kelahiran Rasulullah (Saw) dengan tuan rumah aliansi hafiz dan qori dan penyelenggaraan pertemuan spesialis persamaan norma-norma musabaqoh Al-Quran dengan partisipasi para pakar seni ini.
Setelah itu juga, Doktor Sami, Juri Internasional Al-Quran dari negara Yordania dengan mengucapkan terima kasih atas inisiatis Iran dan aliansi hafiz dan qori Indonesia, juga menjelaskan nasihat-nasihat kepada para qori dan hafiz yang hadir dalam acara tersebut, dengan bersandar pada hadis-hadis Nabawi