Kompetisi Para Wanita 40 Negara dalam Musabaqoh Al-Quran Dubai/ Hannaneh Khalafi; Delegasi Iran

Tanggal Posting:05/07/1395
DUBAI (IQNA) - Pertemuan pendahuluan pembahasan koordinasi terakhir untuk penyelenggaraan kompetisi internasional hafalan al-Quran diselenggarakan di Dubai dan di situ dikabarkan kesiapan delegasi 40 negara untuk hadir dalam musabaqoh tersebut.
Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Emirat al-Youm, pertemuan ini terselenggara atas prakarsa komite penyelenggara musabaqoh DIHQA di kawasan al-Mamzar Dubai, dan dengan tujuan membahas koordinasi terakhir dan kesiapan yang lazim untuk penyelenggaraan kompetisi, yang termasuk kategori pertama.
Ibrahim Mohammed Bu Melha, penasehat bagi penguasa Dubai dan ketua staf penyelenggara musabaqoh DIHQA dengan hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, musabaqoh internasional pertama al-Quran para wanita di Emirat diselenggarakan dengan topik kompetisi-kompetisi al-Quran Fatima binti Mubarak, dari tanggal 6 – 18 November, di auditorium konferensi kebudayaan dan ilmu Dubai.
Ia mengisyaratkan delegasi 40 negara sudah menerima undangan Emirat untuk berpartisipasi dalam kompetisi al-Quran tersebut. Ia mengatakan, banyak sekali negara-negara Islam dan minoritas muslim yang tinggal di negara-negara lainnya dari masa himbauan sudah mengumumkan kesiapannya untuk hadir dalam musabaqoh tersebut, dan di antara syarat utama kompetisi ini adalah hafal seluruh al-Quran, umur di bawah 25 tahun dan juga memiliki kebangsaan negara, dimana sang kompetitor hadir sebagai wakil dalam musabaqoh tersebut.
Ibrahim Mohammed Bu Melha menambahkan, semua staf terkait musabaqoh siap menyelenggarakan kompetisi tersebut dan ditetapkan kompetisi-kompetisi ini disertai dengan beragam program sampingan dan juga penayangan berita secara besar-besaran.
Dituturkan, Hannaneh Khalafi, cendekiawan Qurani dan hafiz cilik seluruh al-Quran asal Iran akan berangkat ke Dubai sebagai delegasi Iran dalam kompetisi tersebut.
Hannaneh Khalafi menyabet juara pertama hafalan dalam muabaqoh nasional al-Quran ke 37. Suara merdunya menyebabkan tilawah lengkap tartil al-Qurannya untuk pertama kalinya direkam dan didistribusikan di negara.