Ayatullah Jawadi Amuli:

Syiar Islam Bantulah Orang Tertindas Baik Kawan Maupun Bukan

Tanggal Posting:30/10/1396
“Slogan resmi pra Islam dan pada Era Jahiliyah adalah dukunglah partai dan kawanmu dalam perang, baik dia benar maupun tidak. Tapi Islam datang mengubahnya dengan syiar “Dukunglah orang tertindas baik kawan maupun bukan.”
Marja Taklid Ayatullah Uzma Abdullah Jawadi Amuli, Kamis (11/1), dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Amir Hatami di Markas Internasional Ilmu-Ilmu Wahyu (Isra) mengatakan, “Islam membawa kekuataan bersama dengan keagungan. Karena itu diajarkan jangan menindas dan jangan mau ditindas.”
 
Beliau menjelaskan, “Slogan resmi pra Islam dan pada Era Jahiliyah adalah dukunglah partai dan kawanmu dalam perang, baik dia benar maupun tidak. Tapi Islam datang mengubahnya dengan syiar “Dukunglah orang tertindas baik kawan maupun bukan.”
 
Guru Besar Hauzah Ilmiah ini mengatakan, “Dampak pertama amal baik adalah seseorang dengan itu telah mengukuhkan posisi kemanusiaannya. Walaupun pahala spiritual dan akhirat dia tetap terjaga pada tempatnya. Ketika pohon menyiramkan air ke kakinya, berarti dia telah mengukuhkan posisi dirinya. Imam Khumaini ra dan Syuhada telah menyirami pohon revolusi dengan darah sehingga membuatnya semakin kuat dan kokoh.”
 
Kemudian Ayatullah Jawadi Amuli mengenang kepahlawanan angkatan bersenjata pada Masa Perang Pertahanan Suci dan berkata, “Pada masa delapan tahun perang yang dipaksakan kepada Iran, sebetulnya yang terjadi adalah Perang Dunia. Karena memang semua negara di dunia bersatu untuk menghancurkan Iran. Tapi mereka gagal, tidak berkutik, dan setelah itu resolusi ditandatangani. Pasca resolusi, secara pengecut mereka melakukan Operasi Mirshad, tapi pahlawan-pahlawan seperti Sayyad Syirazi mememadamkannya.”
 
Marjik Taklid ini melanjutkan, “Ketika Irak menyerang Kuwait dan dunia membantu Kuwait karena tamak kepada minyaknya, seluruh dunia minta bantuan kepada kita untuk menembakkan rudal ke Irak. Tapi, meskipun kita sangat dirugikan dan dimusuhi oleh Saddam, namun kita tetap komitmen terhadap tanda tangan –resolusi- itu. Gelora ini tentu butuh Firdausi lain sehingga berani menghadapi tekanan dunia. Bangsa dengan kemuliaan dan kepahlawanan seperti ini tidak ada duanya di dunia.”
Beliau menekankan, “Konspirasi demi konspirasi dan fitnah demi fitnah tidak berpengaruh apa-apa. Gelora rakyat memandulkan itu semua. Dan itu tiada lain karena mereka adalah didikan revolusi serta Islam.”
 
Ayatullah Jawadi Amuli menyatakan, “Sekarang kita berada di medan ranjau, tapi berkat karunia Ilahi kita tetap aman. Ini tiada lain merupakan nikmat Ilahi. Namun, di samping senjata, kalianlah yang menjaga negeri ini. Kalian adalah lengan-lengan Sistem Pemerintahan Islam ini. Banyak yang punya senjata, tapi yang mengistimewakan kalian dari yang lain adalah mereka mempersoalkan buat apa kita mati? Sedangkan kalian mengatakan buat apa kita tidak syahid?! Mereka memandang mati itu pembusukan, sementara kalian melihatnya kemerdekaan dari sangkar. Kalian adalah orang-orang yang terdidik di aliran ini.”
 
Beliau menekankan, “Seyogianya keagungan dan jasa tentara mulia dan tercinta serta angkatan-angkatan bersenjata lainnya di negeri ini diperkenalkan ke dunia. Karena kalian adalah kebanggaan dan keagungan Iran yang Islami.”
 
Sumber: walifaqih.com