Sayid Hasan Nasrullah:

Hizbullah Buktikan Diri Perangi Terorisme dan Takfiri di Kawasan

Tanggal Posting:01/11/1396
Hujjatul Islam Sayid Hasan Nasrullah menekankan bahwa sikap Trump yang bersikeras menggunakan ujaran Terorisme Islami adalah salah satu bukti nyata permusuhannya terhadap Islam. Dia sengaja menggunakan ujaran itu untuk menyatakan Islam sebagai teroris.
Sekjen Hizbullah Libanon Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah, Jumat (19/1), dalam pidatonya di acara peringatan 40 Hari wafatnya Bapak Haji Faiz Mahmud Mughniah orangtua Syahid Imad Mughniah sekaligus acara Haul Syuhada Quneitra termasuk Syahid Jihad Mughniah menekankan bahwa isu ISIS hanya alasan yang dibuat-buat AS untuk bisa tinggal di Irak dan Suriah.
 
Di awal pidatonya Sekjen Hizbullah meminta hadirin untuk membacakan Surat Al-Fatihah untuk Syuhada Quneitra dan Bapak Haji Faiz Mughniah. Setelah dia menyampaikan ucapan selamat sekaligus belasungkawa kepada keluarga para Syuhada. Dia juga mengenang Syuhada Muqawama Libanon dan Syahid Muhammad Ali Allahdadi yang turut bersama Syuhada Quneitra seraya mengingatkan kembali bahwa tanpa pengorbanan mereka, keamanan tidak mungkin tercipta.
 
Sayid Muqawama menuturkan ketika kita berbicara mengenai kekalahan AS dan kemenangan rakyat kawasan dalam menghadapi berbagai ancaman dan menghancurkan kelompok-kelompok takfiri serta ISIS, maka kita harus mengenang syuhada, veteran-veteran yang cedera, dan para pejuang.
 
Dia menjelaskan bahwa generasi Abu Imad telah membuka banyak gerbang bagi anak-anaknya untuk memasuki kancah Muqawama dan menjunjung kemuliaan. Dan karakteristik ini senantiasa terjaga dari generasi ke generasi anak-anak kita. Dan hal ini harus selalu ditekankan.
 
Dia menyinggung tuduhan-tuduhan terakhir AS kepada Hizbullah yang mengklaimnya mencari dana melalui dagang dan penyelundupan narkoba. Dia menekankan bahwa aksi AS ini dalam rangka Perang Media terhadap Hibzullah.
 
Hujjatul Islam Sayid Hasan Nasrullah menegaskan, “Dagang narkoba menurut kami adalah haram. Walau pun menjualnya kepada orang-orang israel.”
 
Dia menambahkan, “Isu narkoba tidak keluar dari perang total yang dilancarkan kepada kami. Sebelumnya juga Jeffrey Feltman Duta Besar AS di Beirut menyatakan bahwa AS telah mengeluarkan biaya sebesar 500 juta dolar untuk merusak citra Hizbullah dan memaksa dunia untuk mengakui Hizbullah sebagai teroris. Tapi Hizbullah telah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan yang paling penting dalam perang melawan terorisme dan kelompok-kelompok takfiri di kawasan. Dan inilah alasan sebenarnya Hizbullah diserang.”
 
Kemudian dia menyinggung keputusan rezim zionis untuk membuat tembok penghalang di Libanon Selatan dengan Palestina jajahan. Dia mengatakan bahwa Hizbullah meyakini kawasan ini sebagai bagian dari Palestina dan mendukung Tentara Libanon yang memberi warning akan melawannya.
 
Sayid Muqawama ini menambahkan, “Dari sini kami umumkan bahwa kami bersama pemerintah dan Tentara Libanon menegaskan kepada israel agar sungguh-sungguh menyeriusi peringatan Libanon. Karena Libanon seluruhnya berada di belakang tentara dan pemerintah dalam mencegah pengadaan tembok penghalang dan pusat-pusat pemerikasaan di kawasan ini.”
 
Mengenai normalisasi hubungan dengan israel, Pemimpin Muqawama Libanon ini mengimbau kepada pemerintah dan parlemen Libanon untuk segera mengambil sikap. Karena Libanon dituntut untuk menolak normalisasi itu. Dan selama perdamaian adil serta menyeluruh belum terealisasi maka Libanon dituntut untuk tetap teguh dalam sikapnya menolak normalisasi. Dia melanjutkan bahwa pasca perkembangan terakhir mengenai Palestina, mayoritas rakyat Libanon sama sekali tidak bisa menolerir langkah-langkah atas nama pemerintah yang hendak menormalisasi hubungan dengan israel. Dia juga menyatakan bahwa kami tidak anti seni. Tapi kami anti segala langkah normalisasi hubungan dengan israel atas nama seni, sinema dan pariwisata. Langkah ini bertentangan dengan Libanon.
 
Dia mengungkapkan bahwa salah satu keputusan yang diambil oleh Liga Arab tapi tidak dilakukan oleh sebagian negara adalah normalisasi hubungan dengan israel. Steven Spielberg sutradara film dari AS pada tahun 2006 mendukung serangan israel ke Libanon dan menyumbang dana satu juta dolar ke israel. Setelah itu, kita lihat film-filmnya ditayangkan di sinema-sinema Libanon dengan alasan seni dan pariwisata. Kita tidak menentang seni. Jangan ada yang mencampuradukkan persoalan. Yang pasti dan disepakati oleh semua adalah bahwa israel itu musuh.
 
Setelah itu, Sekjen Hizbullah Libanon membahas ledakan Sidon dan menekankan bahwa seluruh bukti-bukti dan penelitian menunjukkan pelaku ledakan itu adalah israel. Dia mengharap ketika telah terbukti bagi badan-badan keamanan bahwa pelaku ledakan itu adalah israel maka hendaknya hal itu disikapi dan ditindak sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional. Sudah berapa waktu israel tidak melakukan operasi keamanan di tanah Libanon, dan sekarang kita mengerti alasan di balik pertemuan-pertemuan Netanyahu dengan tajuk Front Selatan. Dan tidak benar apabila kita menutup mata dari fakta bahwa israel kembali melakukan aksi teror di Libanon.
Dia menyinggung pernyataan terbaru Menlu AS bahwa militer AS akan tetap tinggal di Irak dan Suriah. Dia mempersoalkannya kenapa lagi mau tinggal di sana?! Bukankah kalian sendiri ketika membentuk koalisi anti ISIS yang menekankan bahwa tujuan dari kedatangan kalian ke Irak dan Suriah adalah menghancurkan ISIS?! Lalu kenapa sekarang kalian masih ingin tinggal di sana –padahal ISIS sudah kalah-?!
 
Sekjen Hizbullah Libanon menjelaskan semua sudah tahu dan mengakui bahwa AS lah yang membuat ISIS. Dia mengatakan sebelumnya juga telah kami nyatakan bahwa AS lah yang membuat ISIS untuk punya alasan ekspansi militer dan kembali lagi ke Irak. Sekarang pun mereka ingin tetap tinggal di Irak dengan alasan ISIS. Dan dengan alasan ini pula mereka ingin tinggal di Suriah.
 
Dia menyebut kata-kata Reks Tilorson tentang alasan tinggalnya militer AS di Irak dan Suriah sebagai kemunafikan dan kebohongan yang nyata. Pemerintah Suriah telah menyatakan sikap menentang kehadiran AS di Suriah. Tapi, belum jelas apakah kehadiran militer AS di Irak dilakukan dengan koordinasi pemerintah Irak atau tidak?!
 
Hujjatul Islam Sayid Hasan Nasrullah menekankan bahwa sikap Trump yang bersikeras menggunakan ujaran Terorisme Islami adalah salah satu bukti nyata permusuhannya terhadap Islam. Dia sengaja menggunakan ujaran itu untuk menyatakan Islam sebagai teroris.
 
Pemimpin Muqawama Libanon ini menjelaskan bahwa Trump terus mendesak negara-negara Arab untuk menekan rakyat Palestina dalam kaitannya dengan Quds. Tapi rakyat Palestina tetap teguh hadir di lapangan dan Muqawama mereka berlanjut sampai ke kota Jenin. Seluruh rakyat Palestina menolak konspirasi ini. 
 
Sumber: walifaqih.com