Jumlah Akses:547
Jumlah Komentar:0

3 zul hijjah 1430 Hijriah

Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang
 
PESAN MAKNAWI HAJI
Oleh. Sayyid Ali Khamenei
 
 
Musim haji adalah musim berseminya maknawi dan musim bersinarnya tauhid di seluruh penjuru dunia; ritual haji adalah mata air bening yang mampu mensucikan para jamaah haji dari noda, dosa dan kelalaian serta mengembalikan cahaya fitrah Ilahi dalam jiwa dan hati mereka, menanggalkan pakaian kebanggaan dan kesombongan di Miqat, pakaian  ihram merupakan simbol kesetaraan umat islam serta perintah persatuan dan kesehatian di seluruh penjuru dunia. Di satu sisi, syiar haji "maka Tuhanmulah, Tuhan yang Maha Esa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada oran-orang yang tunduk patuh kepada Allah"(Q.S. Hajj: 34). Di sisi lain "dan Masjidil Haram yang telah kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim disana maupun di padang pasir……."(Q.S Hajj: 25). Begitu pula ka'bah, selain mewakili kalimat tauhid juga manifestasi persatuan kalimat, persaudaraan, dan kesetaraan islam.
 
Kaum muslimin dari segenap penjuru dunia berkumpul disini karena kerinduan  tawaf Ka'bah dan ziarah makam Rasulullah saw. Selayaknya mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat tali persaudaraan di antara mereka, karena hal inilah yang akan menjadi solusi  bagi segenap problem besar ummat Islam. Saat ini kita menyaksikan dengan jelas tangan-tangan penjajah yang menghendaki kehancuran dunia Islam dan perpecahan dikalangan kaum muslimin lebih marak dari sebelumnya. Dengannya, ummat islam saat ini lebih membutuhkan  kerja sama dan persatuaan dari sebelumnya. Saat ini panji-panji musuh yang haus darah begitu nampak dan riil dalam menciptakan kehancuran disegenap dunia islam; Palestina berada dalam cengkraman dan kekuasaan kaum zionis, hari demi hari semakin merasakan duka dan kepedihan yang tak terkira, masjid Aqsa berada dalam ancaman yang serius, penduduk Gaza yang tertindas setelah mengalami pembantaian massal yang sebelumnya tidak pernah terjadi, saat ini masih terjebak dalam kondisi yang sangat memprihatinkan; Afghanistan yang berada dalam cengkraman kaum penjajah, tiap hari tertimpa dan mengalami masalah baru; krisis keamanan di Irak merampas stabilitas dan ketentraman  penduduknya; perang saudara di Yaman, kesemuanya merupakan gejolak baru dalam hati umat Islam.
 
Orang-orang muslim diseluruh penjuru dunia hendaknya menyadari dan mengetahui otak dan skenario dari  fitnah, perang, peledakan terorisme, pembunuhan membabi buta yang terjadi pada tahun terakhir ini baik di Irak, Afghanistan dan Pakistan? Kenapa sebelum masuk dan ikut campurnya Negara-negara barat di bawah pimpinan Amerika di daerah-daerah ini, negara-negara lain tidak menyaksikan semua musibah dan penderitaan tersebut? Di sisi lain para penjajah menuduh kebangkitan perlawanan penduduk Palestina dan Libanon serta Negara-negara lainnya sebagai gerakan terorisme, dan di sisi yang lain mereka mengatur dan memimpin gerakan terorisme terhadap suatu kelompok atau negara tertentu diantara negara-negara yang terdapat didaerah ini. Negara-negara timur tengah dan Afrika utara dalam kurun waktu yang lama dan lebih satu abad berada di bawah penjajahan Inggris, Prancis dan negara-negara lainnya kemudian setelah itu jatuh di tangan kapitalisme dan imprialisme barat. Semua sumber daya alam mereka dirampas dan semangat kemerdekaannya dijatuhkan serta masyarakat mereka menjadi sandera ketamakan orang-orang asing. Setelah kebangkitan Islam dan kebangkitan negara-negara, kondisi dan situasi tersebut menjadi suatu hal yang tidak memungkinkan lagi bagi  negara-negara penjajah. Masalah kasyahidan dan menuju ('Uruj) kepada Allah serta Fi sabililllah – yang masih menjadi faktor utama yang tidak ada penggantinya di dalam jihad Islami – kembali tampak. Para penjajah terpaksa menggunakan metode-metode pemalsuan dan penjajahan baru( neo-imprialisme) untuk menggantikan cara-cara atau metode-metode lamanya. Akan tetapi sekarang dengan menggunakan berbagai model penjajahan, semua daya dan upaya mereka gunakan untuk menaklukkan Islam; dari menggunakan militer, tangan besi dan pendudukan yang nyata sampai menggunakan propaganda-propaganda jahat dengan memanfaatkan ribuan kebohongan yang terorganisir dan membuat isu-isu bohong, dari mengorganisir kelompok teroris dan pembunuh-pembunuh sadis hingga menyebarkan media-media perusak moral, memperbanyak dan menyalurkan narkotik, merusak tekad dan jiwa akhlak para pemuda, dari menggunakan serangan politik terhadap pusat-pusat perlawanan sampai menciptakan kefanatikan ras dan kelompok serta membuat permusuhan di antara sesama saudara.
 
 
Jika perpecahan serta buruk sangka (yang dikehendaki oleh musuh) digantikan oleh kecintaan, berbaik sangka serta persatuan dikalangan kaum muslimin dan diantara golongan serta suku dunia Islam, maka bagian besar dari tipuan dan program buruk musuh akan bisa digagalkan. Selain itu taktik dan strategi mereka untuk terus menguasai umat islam akan bisa dilumpuhkan.
 
Haji adalah kesempatan yang terbaik untuk menerapkan tujuan mulia ini. Kaum muslimin tentu akan mendapatkan kekuatan dengan saling bekerjasama dan bersandar pada dasar-dasar persatuan seperti yang disinggung oleh Al-Quran dan Al-sunnah, kaum muslimin dengan tekad dan imannya semestinya berdiri untuk melawan musuh berwajah dua.
Republik Islam Iran, dengan menapak jejak Imam Khomeini adalah bukti nyata atas keberhasilan pertahanan Islam dan kekalahan musuh. Tiga tahun tipu daya dan permusuhan; mulai dari kudeta dan perang delapan tahun yang dipaksakan, sampai embargo dan perampasan kekayaan, mulai dari perang urat saraf, propaganda dan penguasaan media, sampai usaha untuk menghalangi kemajuan intelektual dan pencapaian sains moderen seperti energi nuklir. Selain itu, provokasi dan campur tangan dalam agenda pemilu akhir-akhir ini, semua itu berubah menjadi rentetan dari segenap kekalahan, kevakuman dan kelumpuhan musuh. Dan ayat "sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah"(Q.S Nisa':76), kembali menjelma di mata rakyat Iran. Disegenap penjuru, jiwa perlawanan yang muncul dari tekad dan keimanan, menarik masyarakat untuk melawan musuh. Sehingga kemenangan menjadi milik kaum muslimin dan kehancuran adalah nasib pasti kaum zalim. Kemenangan perang 33 hari di Libanon dan jihad di Gaza dalam tiga tahun terakhir merupakan saksi nyata untuk kemenangan ini.
 
Pesan saya kepada jamaah haji yang berbahagia, khususnya kepada ulama, para mubaligh negara-negara Islam yang hadir di tempat Ilahi ini, serta imam Jumat Haramain (Mekah dan Madinah) hendaklah mengenal tugas dan tanggung jawab masa ini dengan didasari pemahaman yang benar. Dengan segala kekuatan, mereka harus membongkar fitnah musuh-musuh Islam kepada umat dan mengajak masyarakat kepada pesaudaran dan persatuan. Mereka harus menghindari segalah sesuatu yang menimbulkan buruk sangka diantara kaum muslimin. Semua semangat dan slogan harus disuarakan kepada kaum penjajah dan musuh-musuh umat Islam serta otak segala fitnah yakni Zionis dan Amerika. Mereka harus lepas tangan dari musyrikin baik berbentuk perbuatan ataupun perkataan.
 
Dengan rendah hati saya berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan hidayat, taufik, pertolongan dan rahmat-Nya kepada saya dan anda semua.
 
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
3 zul hijjah 1430 H
21 November 2009
 
Sayyid Ali Huseini Khamenei