Jumlah Akses:522
Jumlah Komentar:0

5 Dzulhijjah 1435 Hijriah

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
 
Salam sejahtera penuh keceriaan dan penghormatan kepada Anda yang berbahagia telah mengucapkan labbaik atas seruan al-Quran dan bergegas menuju jamuan Allah Swt. Pesan pertama adalah syukurilah nikmat agung ini dan melalui perenungan dimensi individu, sosial, spiritual dan global kewajiban tiada padanannya ini, berusahalah untuk mendekati tujuan-tujuannya dan mintalah bantuan dari sang tuan rumah yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa.
 
 
Saya sehati dan selisan dengan Anda dalam memohon dari Allah yang Maha Pengasih dan Pemurah untuk menyempurnakan nikmat-Nya bagi Anda dan karena telah memberikan kesempatan untuk berhaji, maka agar [Dia] juga melimpahkan kesuksesan bagi Anda dalam menunaikan ibadah haji yang sempurna, dan kemudian dengan penerimaan-Nya yang mulia, agar [Dia] mengembalikan Anda ke kampung halaman masing-masing dengan tangan penuh dan kesehatan prima, insya Allah.
 
Dalam kesempatan berharga manasik penuh hakikat dan tiada padanannya ini, selain penyucian dan pembaruan maknawi dan ruh sebagai capaian paling utama dan esensial dalam haji, perhatian terhadap masalah-masalah dunia Islam dan pandangan jauh serta komprehensif terhadap masalah-masalah paling penting dan berprioritas terkait umat Islam, juga termasuk di antara kewajiban dan adab bagi para jamaah haji.
 
Dewasa ini termasuk di antara masalah-masalah penting dan berprioritas, adalah persatuan umat Muslim dan penguraian simpul pemisah antarbagian umat Islam. Haji adalah manifestasi persatuan dan kesatuan serta poros persaudaran dan gotong-royong. Dalam haji semua harus belajar untuk fokus pada sisi kolektif dan menyelesaikan perselisihan. Tangan-tangan keji politik imperialisme sejak dahulu menempatkan perpecahan dalam program mereka demi mencapai tujuan-tujuan jahat mereka, akan tetapi sekarang berkat kebangkitan Islam, bangsa-bangsa Muslim telah mengenal dengan baik permusuhan kubu imperialisme dan zionisme serta bangkit menghadapinya, politik penyebaran perpecahan antarumat Islam semakin deras. Musuh yang licik sedang menyulut api perang internal antarumat Islam, mendistorsi perlawanan dan perjuangan pada diri mereka, untuk menempatkan rezim Zionis dan para antek-antek imperialis yang merupakan musuh sejati, ke zona aman. Pengoperasian kelompok-kelompok teroris Takfiri dan semacamnya di negara-negara regional Asia Barat adalah hasil dari politik tumor ini. Ini adalah peringatan bagi kita semua agar sekarang memprioritaskan masalah persatuan umat Islam pada puncak tugas nasional dan internasional kita.
 
Isu penting lain adalah masalah Palestina. Setelah 65 tahun berlalu sejak pembentukan rezim perampas Zionis dan berbagai fluktuasi dalam masalah penting dan vital ini serta khususnya berbagai peristiwa berdarah dalam beberapa tahun terakhir, telah memperjelas dua fakta bagi semua orang: pertama bahwa rezim Zionis dan para pendukung kriminalnya, tidak mengenal batasan dalam kesadisan, kekejaman dan dalam melanggar seluruh nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Mereka menghalalkan kejahatan, genosida, perusakan, pembunuhan anak-anak dan perempuan dan insan papa, serta segala bentuk pelanggaran dan kezaliman yang mampu mereka lakukan dan mereka membanggakannya. Adegan-adegan yang mengundang tangis dalam perang terbaru selama 50 hari di Gaza, merupakan contoh baru dari berbagai kebejatan historis yang tentunya telah terulang berkali-kali dalam setengah abad terakhir.
 
Fakta kedua adalah bahwa haus darah dan penyulutan berbagai tragedi ini tidak mampu mewujudkan tujuan para penguasa dan pendukung rezim penjajah. Berbeda dengan harapan bodoh akan kekuatan dan kekokohan yang dibayangkan oleh para pemain politik bengis untuk rezim Zionis, rezim ini semakin hari semakin dekat dengan kelenyapan dan kehancurannya. Perlawanan 50 hari Gaza yang terblokade dan papa di hadapan semua kekuatan yang ditumpahkan rezim Zionis ke medan, dan pada akhirnya, kegagalan dan mundurnya rezim itu serta ketundukannya di hadapan persyaratan muqawama, merupakan pertunjukan nyata kelemahan, ketidakmampuan serta kerapuhan ini. Ini berarti bahwa bangsa Palestina harus lebih optimis, para pejuang Jihad [Islam] dan Hamas harus meningkatkan upaya, tekad dan semangat mereka, menempuh jalan penuh kebanggaan Tepi Barat dengan kekuatan dan kekokohan lebih besar, bangsa-bangsa Muslim menuntut dukungan riil dan serius terhadap Palestina dari pemerintahan mereka, serta pemerintahan-pemerintahan Muslim melangkah dengan tulus di jalan ini.
 
Isu penting dan berprioritas ketiga adalah pandangan cerdas yang harus dimiliki oleh para aktivis yang peduli terhadap dunia Islam terkait perbedaan antara Islam Muhammadi yang murni dan Islam ala Amerika, serta memperingatkan diri sendiri dan orang lain akan pencampuradukan dan kekeliruan di antara keduanya. Untuk pertama kalinya Imam Khomeini ra berusaha membedakan dua tipe ini dan memasukkannya dalam politik dunia Islam. Islam sejati, adalah Islam yang murni dan spiritual, Islam yang bertakwa dan demokratif, Islam yang
 
أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ‌ رُ‌حَمَاءُ بَيْنَهُمْ 
 
(orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka)
 
Islam ala Amerika adalah pemakaian busana Islam terhadap antek-antek asing dan permusuhan dengan umat Islam. Islam yang menebar api perpecahan di antara umat Islam, alih-alih meyakini janji Allah Swt justru meyakini musuh-musuh Allah, alih-alih memusuhi rezim Zionis dan imperialis justru memerangi saudara Muslim, yang bersatu dengan Amerika Serikat sang imperialis dalam memusuhi bangsanya sendiri atau bangsa-bangsa lain, adalah bukan Islam; kemunafikan berbahaya dan membinasakan yang harus dilawan oleh setiap umat Islam yang jujur.
 
Pandangan yang dibarengi dengan pemahaman dan kejelian, akan memperjelas fakta dan masalah-masalah penting dalam kenyataan dunia Islam bagi setiap pencari kebenaran serta menentukan tugas dan taklif aktual tanpa ambiguitas. Haji serta manasik dan slogan-slogannya merupakan peluang emas untuk meraih pemahaman ini dan dengan harapan Anda sekalian para jemaah haji yang berbahagia dapat memanfaatkan dengan baik anugerah Allah Swt ini dengan sempurna. Saya menyerahkan Anda semua kepada Allah Swt dan memohonkan penerimaan seluruh upaya Anda di sisi Allah Swt. (IRIB Indonesia)
 
Wasslamualaikum
 
Sayid Ali Khamenei
 
5 Dzulhijjah 1435
8 Mehr 1393
30 September 2014