Jumlah Akses:584
Jumlah Komentar:0

6 Zulhijjah 1421 Hijriah

Musim haji kembali memperlihatkan keagungannya di pangkalan wahyu dan kenabian, kembali menggelar arena yang memukau dan membangkitkan semangat. Arus bangsa-bangsa muslim dari pelbagai penjuru dunia mengalir menuju samudera ini sehingga keharmonisan umat yang satu mengkristal di bawah bendera tauhid. Sentimen dan perasaan yang melebur dalam himpunan-himpunan umat manusia ini mencerminkan berbagai aspirasi, kebutuhan, penderitaan, dan kemampuan umat Islam yang besar.
Bumi haji kini tengah menyambut kedatangan masyarakat dari Iran, Irak, Palestina, Libanon, wilayah anak benua India, wilayah Afrika utara, Turki, Bosnia, dan dari pelbagai wilayah Asia dan Eropa lainnya. Hati mereka yang sarat dengan kerinduan bisa menjabarkan hati umat Islam. Haji adalah demi kedekatan dan demi pertukaran informasi umat Islam dari berbagai pelosok dunia. Akar yang merekatkan hati mereka ini ialah sebuah pesan yang pertama kali diserukan dari bumi (Makkah) ini dan yang telah menampakkan panjang dan lebarnya dunia dan sejarah dalam pancaran cahaya, yaitu pesan tauhid dan wahdah; tauhidullah dan wahdatul ummah. Tauhid adalah penafian terhadap penuhanan para taghut, para adi daya, dan sosok-sosok yang hanya mengandalkan uang dan kekuasaan. Sedangkan wahdah adalah lambang kewibawaan dan kekuatan umat Islam.
Haji yang tak terjangkau (keagungannya) oleh segala kata dan tulisan ini selalu menyuguhkan pesan monumental itu setiap tahun dalam pertemuan akbarnya lalu mengirimnya ke semua penjuru Dunia Islam. Pada musim haji setiap muslim di setiap belahan Dunia Islam harus mengenal kembali hakikat ini karena kejayaan, keagungan, dan kesuksesan multidimensional negara-negara Islam hanya bisa dicapai dibawah naungan dua hakikat; tauhid dalam semua dimensi individual, sosial, dan politiknya, dan wahdah dalam arti yang sebenarnya dan bisa dimanifestasikan dalam dunia masa kini.
* * *
Dalam pertemuan akbar haji tahun ini, ada puluhan kata pahit dan manis yang bisa ditampung dari puluhan negara Islam, dan setiap kata dan pesan ini membebankan tugas muslim satu dengan yang lain yang saling bersaudara. Keseluruhan dari kisah ini akan memperlihatkan prospek realitas umat Islam di depan mata mereka semua.
Adapun kisah bangsa Irak ialah tentang kesewenang-wenangan, intervensi, kediktatoran, dan diskualifikasi para penguasanya dalam mengelola negara sehingga rakyat tidak sejahtera dan dipaksa menerima kesengsaraan. Kisah tentang bangsa Afganistan ialah tentang fanatisme golongan dan pandangan yang sempit sehingga pahala perjuangan mereka di masa lalu lenyap tertiup angin dan rakyatpun terombang-ambing oleh tangan-tangan jahil orang-orang yang lalai dan durhaka. Kisah bangsa Bosnia adalah tentang penghapusan Islam oleh Amerika dan antek-anteknya sehingga identitas keislaman mereka terancam dan kedaulatan nasional mereka berada di ambang kepunahan.
Kisah bangsa Palestina adalah kisah tentang berkibarnya bendera intifadhah yang membanggakan di atas tiang-tiangnya yang berdiri tegak, tentang tumpahnya darah para pemuda yang telah menumpulkan pedang kelaliman dan kebengisan kaum Zionis. Kisah bangsa Libanon adalah tentang keteguhannya yang menakjubkan sehingga mitos bahwa para perampas negara Palestina tidak bisa dikalahkan akhirnya menjadi bahan tertawaan orang, tentang keteguhan yang telah menghasil kekalahan-kekalahan kaum Zionis secara memalukan.
Kisah bangsa-bangsa Asia Tengah, Asia Timur (Timur Jauh), Afrika, dan warga muslim minoritas di Eropa dan Amerika masing-masing bercerita tentang suka duka dan plus minusnya sendiri. Dan akhirnya kisah bangsa Islam Iran yang jaya ialah tentang keteguhan, keimanan, dan pengalamannya dari hari ke hari dalam menghadapi berbagai jenis konspirasi musuh serta tekadnya yang bulat dalam perjuangan mewujudkan sebuah masyarakat Islam ideal yang akan sampai ke telinga para simpatisan dan pengagumnya.
* * *
Umat Islam dewasa ini tengah mengalami berbagai kesuksesan dan kegagalan. Baik pemerintah muslim maupun rakyatnya sama-sama memikul tugas-tugas besar di depan realitas ini, dan Dunia Islam tengah melintasi suatu tahap yang sensitif dari perjalanan sejarahnya. Pengenalan terhadap tugas-tugas dan rasa tanggungjawab di depan ini semua bisa menutup lembaran kelam dan kelemahan dari buku sejarah Islam serta akan membuka kembali lembaran kejayaan dan keemasan umat Islam dan kecermalangan dunia Islam secara materi dan spiritual.
Dewasa ini dunia Barat yang menjadi faktor semakin parahnya kelemahan dan keterbelakangan negara-negara Islam telah tertimpa berbagai problema besar dan tak tertuntaskan. Kebobrokan materialisme dan sistem kapitalisme secara gradual semakin memperlihatkan pengaruhnya pada pilar-pilar peradaban materialistik, dan secara bertahap pula berbagai macam wabah penyakit kronis yang tersembunyi di balik radiasi kuat industri dan modal akan tampak dan membawa berita tentang dekatnya masa krisis. Dunia Islam akan merasakan angin kesadaran yang menerpa wajahnya yang menyala dan didera penderitaan. Tanda-tandanya ada di berbagai wilayah Dunia Islam, khususnya di Iran yang mujahid dan agung serta di Palestina dan Libanon.
Sinar harapan telah menerangi hati para pemuda di berbagai tempat dan telah membuyarkan gelapnya pelecehan dan kekuatan Barat. Kesempatan ini tidak diperoleh dengan mudah. Ribuan jiwa yang mulia telah berkorban di jalan ini. Setelah ini tetap ada perjalanan yang panjang dan sulit, namun meyakinkan dan penuh kepastian. Dewasa ini bangsa Palestina telah memikul bagian besar dalam proses pembukaan dan penempuhan jalan ini, karena itu semuanya harus ikut membantu bangsa yang teraniaya namun berani dan sadar ini. Rakyat dan pemerintah negara-negara lain bisa menanggung bagian lain dari penempuhan jalan ini demi membantu bangsa heroik Palestina.
* * *
Kesadaran umat Islam adalah ancaman bagi ketamakan dan berbagai interes musuh yang ilegal. Senjata yang ada di tangan musuh di hadapan gelombang besar adalah senjata psikologis; menciptakan rasa frustasi dan melecehkan identitas. Di masa sekarang dan di masa yang akan datang pun musuh terus mengerahkan segenap kekuatan dan materinya, ribuan sarana propagandanya agar umat Islam frustasi menyaksikan masa depan yang cemerlang atau musuh membujuk umat agar menyongsong masa depan yang sesuai dengan niat buruk para musuh.
Serangan kebudayaan dan psikologis yang dimulai sejak era kolonialisme hingga kini adalah jurus Barat yang paling ampuh dalam upaya mendominasi negara-negara Islam.
Sasaran peluru beracun ini pertama adalah para elit intelektual kemudian rakyat jelata. Perlawanan terhadap trik ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan pengabaian terhadap kebudayaan Barat yang cenderung imperialistik dan dipaksakan. Kebudayaan Barat harus disaring oleh kalangan elit intelektual. Elemen-elemennya yang bermanfaat diambil sedangkan elemen-elemennya yang merugikan dan bobrok harus dienyahkan dari pikiran dan perilaku masyarakat Islam. Kriteria dalam filterisasi ini ialah kedaulatan budaya Islam serta konsep-konsep AlQuran yang penuh bobot dan petunjuk. Ini adalah merupakan satu bagian prinsipal dari perjuangan komprehensif dan membawa hasil baik yang dipikul oleh ulama agama, para cendikiawan, dan elit politik di segenap penjuru Dunia Islam.
Semoga haji tahun ini bisa meneguhkan ketekadan kita semua dalam menempuh jalan yang penuh berkah dan membanggakan ini. Saya memohon kepada Allah SWT agar segenap jamaah haji diberi taufik ibadah haji yang maqbul dan dapat memanfaatkan berbagai anugerah dan berkah yang ada dalam gelanggang haji yang tiada taranya ini. Kepada Baqiyyatullah Al-A'dham (arwahuna fidahu wa ajjalallahu farajahussyarif) yang sepertinya juga hadir dalam upacara ibadah tahunan ini, saya ucapkan salawat serta salam seluas anugerah dan rahmat Ilahi. Semoga doanya yang mustajab berguna bagi penyelesaian semua persoalan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sayid Ali Al-Husaini Al-Khameneni
6 Zulhijjah 1421 Hijriah / 2 Maret 2001 M