Jumlah Akses:579
Jumlah Komentar:0

3 Dzulhijjah 1427 Hijriah

 
بسم الله الرحمن الرحيم
و الحمد لله رب العالمين و الصلاةعلي سيد المرسلين و علي آله الطيبين و صحبه الصادقين
Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim haji kali ini juga datang dengan membawa kabar gembira dan membuka kesempatan besar bagi dunia Islam. Meski hati para pecinta merindukan tempat-tempat suci, namun hanya sedikit yang memperoleh kesempatan tersebut. Dan inilah rahasia keterikatan abadi mata air yang terus memancar ini.
Pertemuan saudara seagama di rumah suci 'Sang Kekasih' setiap tahun mempertemukan hati dengan kiblat penciptaan dan menyatukan kembali umat yang tercerai-berai. Pertemuan suci ini memberikan kesegaran dan semangat baru bagi spiritualitas dan politik umat Islam. Melepas diri dari kotoran materi dan menyaksikan Allah dalam semua amal dan di segala tempat, meski hanya untuk beberapa hari, adalah bekal yang besar bagi seorang manusia. Seluruh tata cara dan manasik haji diajarkan agar peziarah haji mencicipi kesempatan spritual nyata dan menikmati petualangan ini sepenuh jiwa.
Dari aspek politik, pesan utama haji adalah pementasan identitas umat Islam sebagai umat yang satu. Terpisahnya muslim dari saudara mereka adalah peluang bagi musuh untuk menyebarkan benih-benih permusuhan di tengah umat Islam. Umat Islam terdiri dari berbagai etnis dan pengikut banyak madzhab yang berbeda. Heterogenitas ini juga diwarnai dengan keberadaan umat di berbagai titik penting dan strategis di berbagai belahan dunia. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mengoptimalkan penyebaran warisan budaya dan pertalian sejarah Islam dengan memanfaatkan secara benar potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam yang ada.
Kekuatan umat di balik kebersamaan dan persatuannya dimengerti benar oleh imperialis Barat. Karena itu, sejak awal menginjakkan kaki di negeri-negeri muslim, para imperialis Barat telah membidik dengan menyebarkan benih-benih perpecahan di tengah umat. Mereka sadar, jika persatuan dunia Islam terwujud, semua pintu bagi hegemoni politik dan ekonomi kaum imperialis atas umat ini akan tertutup. Karena itu, mereka menyusun program menyeluruh dan jangka panjang untuk menyebarkan permusuhan di tengah kaum muslimin. Mereka memanfaatkan kelalaian kebanyakan umat dan kelemahan para pemimpin politik dan budaya muslim untuk menjalankan politik busuk ini. Dengan cara ini mereka terus melangkah untuk menguasai negara-negara Islam.
Penumpasan gerakan-gerakan kebebasan di negara-negara Islam yang terjadi abad lalu, keberhasilan kaum imperialis dalam menguasai negara-negara muslim, pembentukan rezim-rezim boneka atau penguatannya oleh Barat di negeri-negeri Islam, penjarahan kekayaan alam dan pembumihangusan potensi sumber daya manusia mereka, dan pembodohan umat Islam, semua itu adalah buah dari perpecahan dan keterasingan umat dari saudara-saudara mereka. Tak jarang, perpecahan ini sampai pada batas permusuhan dan saling membunuh antara sesama saudara.
Dengan dimulainya kebangkitan umat Islam yang titik puncaknya muncul dari berdirinya pemerintahan Republik Islam di Iran, blok imperialis Barat menghadapi ancaman yang serius. Kegagalan Blok politik Timur dan Barat serta terungkapnya kesalahan dan runtuhnya norma-norma yang oleh kaum imperialis digembar-gemborkan sebagai satu-satunya penyelamat bagi umat manusia, telah membuahkan kesadaran yang dalam di tengah umat Islam. Kegagalan beruntun yang dialami kaum imperialis untuk memadamkan pelita ilahi ini telah melahirkan harapan di hati bangsa-bangsa muslim.
Lihat Palestina. Di sana saat ini berdiri sebuah pemerintahan yang menjunjung tinggi prinsip 'Pembebasan dari pendudukan Zionis". Bandingkan dengan kondisi masa lalu bangsa Palestina yang lekat dengan keterasingan, kesendirian dan kelemahan.
Lihat Lebanon. Di sana para pejuang muslim yang siap mengorbankan jiwa dan raga berhasil menundukkan tentara Israel yang kuat dan didukung penuh oleh AS, Barat dan kaum munafik. Bandingkan dengan Lebanon masa lalu yang mudah diserang dan dipermainkan oleh Israel kapan saja tanpa ada rintangan.
Lihat Irak. Bangsa terhormat yang telah mempermalukan AS. Di sana, tentara dan para pejabat tinggi AS terjebak dalam kesulitan politik, militer dan ekonomi, padahal sebelumnya secara congkak mereka mengklaim Irak sebagai negeri milik mereka. Bandingkan dengan Irak sebelumnya yang dipimpin oleh seorang penguasa haus darah yang menyumbat rongga pernafasan bangsanya dengan dukungan AS.
Lihat Afganistan. Di sana, seluruh janji manis AS dan Barat ternyata hanya bohong belaka. Pengerahan kekuatan besar aliansi negara-negara Barat ke negara itu yang menyebabkan kehancuran, kemiskinan dan pembantaian rakyat, ternyata hanya menguatkan mafia perdagangan narkotika.
Lihat pula kelompok di negara-negara Islam dan generasi baru yang semakin cenderung terpikat kepada nilai-nilai ajaran Islam dan kian membenci AS dan Barat.
Semua itu dengan jelas menunjukkan keterpurukan langkah kaum imperialis Barat terutama AS, selain juga meniupkan harapan akan terbentuknya identitas keislaman yang satu.
Kini rezim AS, para kapitalis Barat dan penguasa bengis Zionis merasakan fakta kebangkitan Islam. Mereka mengakui bahwa fakta ini tidak dapat diredam dengan senjata dan kekuatan militer. Untuk itu mereka mengerahkan seluruh kekuatan untuk melemahkannya lewat trik-trik politik.
Hari ini, kaum muslimin baik para pemimpin dan aktivis politik, kebudayaan dan agama, maupun umat secara umum harus lebih cerdas dalam membaca langkah-langkah musuh dan mengambil tindakan untuk menghadapinya.
Salah satu cara jitu yang mereka lakukan adalah menebar perselisihan. Dengan dana besar dan kerja keras, mereka menyibukkan umat Islam dengan masalah-masalah perselisihan madzhab. Mereka berharap, dengan memanfaatkan fanatisme dan kepicikan sebagian orang, umat Islam dapat diadu domba.
Hari ini, semua tindakan yang dapat memicu perselisihan di dunia Islam adalah dosa yang akan abadi dalam sejarah.  Mereka yang sengaja mengkafirkan saudara-saudara muslimnya dengan alasan sepele. Mereka yang dengan anggapan batilnya menghina kesucian madzhab-madzhab Islam. Mereka yang mengkhianati pengorbanan para pemuda Lebanon yang telah menghadiahkan kebanggaan bagi umat Islam.
Mereka yang mengklaim adanya bulan sabit Syiah hanya untuk menyenangkan hati AS dan kaum Zionis. Mereka yang berusaha menjatuhkan pemerintahan muslim di Irak yang dibentuk oleh rakyat dengan cara menebarkan ketidak-amanan dan pembunuhan sesama muslim. Mereka yang dari berbagai sisi menekan pemerintahan Hamas yang dicintai dan didukung oleh rakyat Palestina, sadar atau tidak, adalah para pendosa yang kejahatannya akan terus diingat oleh sejarah dan generasi-generasi mendatang. Mereka akan dikenal sebagai para pengkhianat dan antek-antek musuh.
Kaum muslimin di seluruh dunia harus sadar bahwa masa kehinaan dan keterbelakangan dunia Islam telah berakhir dan kini telah lahir zaman yang baru. Umat Islam tidak lagi memiliki anggapan bahwa negara-negara muslim akan selalu terpasung di bawah bayang-bayang kekuatan budaya dan politik Barat, dan akan selalu mengikuti pemikiran dan tindakan Barat baik dalam kehidupan individu maupun sosial. Hal itu disebabkan oleh tindakan Barat sendiri yang mabuk dalam kedurjanaan dan kecongkakannya.
Di dunia Islam, akibat kezaliman yang nyata, tindakan tak logis yang dilakukannya, dan kesombongan yang berlebihan, Barat khususnya setelah dipimpin oleh AS, telah berubah menjadi blok yang anti kesucian.
Sikap terhadap bangsa Palestina di satu sisi dan sikap dukungan mutlak kepada Rezim Zionis yang haus darah di sisi lain…
Sikap terhadap Rezim Zionis yang mengaku memiliki senjata nuklir di satu sisi dan sikap permusuhan terhadap program nuklir damai Iran di sisi lain…
Dukungan kepada agresi Israel ke Lebanon serta bantuan logistik persenjataan dan politik kepada agresor di satu sisi dan sikap permusuhan kepada para pejuang Lebanon…
Aksi pemerasan terhadap negara-negara Arab di satu sisi dan bantuan yang terus mengucur kepada Rezim Zionis Israel di sisi lain…
Dukungan kepada para penista kesucian Islam, termasuk yang dilakukan oleh pemimpin setingkat Paus, terhadap agama Islam di satu sisi dan sikap yang tidak menolerir orang yang meragukan dan meneliti kebenaran fakta Holocaust dan Rezim Zionis, dan menganggapnya sebagai kejahatan besar di sini lain…
Invasi militer atas nama demokrasi yang hanya menghadiahkan kematian dan kehancuran di Irak dan Afganistan di satu sisi dan konspirasi untuk menggulingkan pemerintahan demokratis pilihan rakyat di Palestina, Irak dan Amerika Latin serta negara-negara lain yang dipimpin oleh orang-orang anti AS dan Zionis di sisi lain…
Slogan perang anti terorisme di satu sisi dan kontak terselubung bahkan pemberian bantuan kepada para teroris berdarah dingin di Irak di sisi lain…
Semua tindakan tak logis dan permusuhan Barat terhadap bangsa-bangsa muslim telah menyempurnakan alasan bagi umat Islam untuk bangkit. Mau tak mau, hari ini sebuah gerakan yang mengakar kuat di tengah umat Islam telah muncul dan pada waktunya yang tepat akan membuahkan kemerdekaan, kehormatan dan kehidupan baru umat Islam.
Masa ini adalah masa yang sangat menentukan. Para ulama dan cendekiawan mengemban tugas yang sangat berat. Kelesuan dan kelalaian mereka akan menjadi petaka besar. Para ulama hendaknya tanggap dalam menghadapi fitnah perpecahan antar madzhab. Para cendekiawan mengemban tugas untuk memberikan semangat dan harapan kepada generasi muda. Para politikus dan pemimpin bangsa-bangsa muslim hendaknya mengerahkan umat untuk terjun ke medan dan menjadikan mereka sebagai penopang gerakan. Negara-negara Islam hendaknya merapatkan barisan dan menguatkan semangat solidaritas di antara mereka. Kekuatan besar ini hendaknya dimanfaatkan untuk menghadapi kaum imperialis.
Agen-agen spionase AS dan Inggris di Irak, Lebanon, negara-negara Afrika Utara dan kawasan lain, saat ini mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk menyebarkan benih-benih permusuhan antarmadzhab di tengah umat Islam. Pertemuan akbar umat di musim haji seharusnya menjadi vaksin yang melindungi kita dari penyakit mematikan ini.
Allah berfirman:
 
واطيعوا الله و رسوله و لا تنازعوا فتفشلوا و تذهب ريحكم واصبروا ان الله مع الصابرين
 "Taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian bercerai-berai sehingga menyebabkan kalian gagal dan kekuatan kalian melemah, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar."
Ayat ini harus selalu menjadi perhatian kita semua.
Hari ini, berlepas diri dari kaum musyrikin adalah panggilan hati dan seruan fitrah semua bangsa muslim. Musim haji adalah satu-satunya kesempatan bagi bangsa-bangsa muslim dari seluruh dunia untuk bersama-sama menyuarakan panggilan hati dan fitrah ini.
Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan memanjatkan doa untuk umat Islam dan untuk kedatangan Imam Mahdi yang dijanjikan -salam Allah atasnya dan semoga Allah mempercepat kedatangannya- bersihkanlah diri kalian di samudera spiritual yang luas ini.
Semoga taufik, kebahagiaan dan haji mabrur menyertai kalian.
 
    Sayyid Ali Khamenei
    3 Dzulhijjah 1427